Oleh, Mang Oejank Indro,
tinggal di http://mangoejankindro.blogspot.com
Sebelum berkelana dalam isi opini nakal ini, baiknya
anda menyimak dengan seksama frasa yang amburadul, yang sengaja saya tempel
sebagai judul tulisan ini. Jika AA Navis ter-legenda-kan atas karya Robohnya Surau Kami, saya mencoba
memodifikasi dengan Robohnya “Wakil” Kami
dengan selipan huruf “B”, tujuannya adalah mengajak pembaca mencerna
kejadian-kejadian “bodoh” yang dipentaskan wakil rakyat kita. Tanpa mengurangi
rasa hormat, tulisan ini hanya tertulis untuk menghormati rakyat yang sudah
dibodohi.
Mengikuti perkembangan pembangunan gedung baru DPR
yang rencananya “berkasta” 36 lantai yang menelan biaya 1,138 T – belum
termasuk furniture, sistem keamanan, sistem informasi. Saya, sebagai seorang
mahasiswa merasa terpental. Kenapa? Lha,
bukannya Yang Mulia Marzuki Ali hanya meng-iya-kan argumentasi orang-orang
elite dan pinter saja, bukan? Tapi, dalam benak saya muncul sebuah pertanyaan,
“Memang seberapa pintar orang-orang di DPR?