Oleh,
Mang Oejank Indro
Pada era modern
saat ini banyak bermunculan media-media yang menghantarkan remaja kedalam
aspek-aspek demonstratif dan agresif. Bahkan dapat dikatakan hampir pada semua
kegiatan kehidupan kita sehari-hari. Pertemuan di sekolah, kampus, tempat
olahraga, dalam kendaraan, pengajian dan sebagainya. Apabila kita kurang
hati-hati dan tidak mempunyai kendali diri yang berupa aturan moral, maka
lingkungan akan menyeret kita kedalam suatu ruang perversi. Dan yang sering
menjadi menjadi wahana eksplorasinya adalah kalangan remaja, hal ini sangat
berbahaya karena mereka sedang dalam keadaan jiwa yang tidak tetap, suatu
pribadi yang belum memiliki kematangan bentuk dan masih muda menerima pengaruh
dari luar. Apalagi pengaruh-pengaruh yang datangnya sengat menyolok dan dengan
disengaja, selain itu, organ seksualitas yang mulai matang sebagai alat
pemenuhan kebutuhan koitus yang mulai membara yang mana pada konsdisi inilah
kebutuhan tersebut membutuhkan sambutan dari luar.
Sex-appeal
adalah daya tarik yang kuat yang dapat membangkitkan seseorang pada nafsu-nafsu
seksual atau birahi terhadap jenis lain. Sedangkan nafsu exhibisionisme
mempunyai pengertian suatu keinginan yang kuat untuk memperlihatkan kepada orang
lain karena sifat jasmaniah yang dimiliki oleh seseorang, terutama dipergunakan
dalam hal-hal yang bersangkut paut dengan masalah seksualitas. Karena sifatnya
yang dating secara tiba-tiba dan dapat melemahkan kepribadian, seseorang akan
terdorong untuk berbuat sesuatu yang sifatnya erotis-seksual.
