Pendahuluan
Istilah
sosialisme selalu identik dengan sosok Karl Marx. Padahal pemikiran tentang
sosialisme terlampau jauh berkembang sejak abad ke V – sebelum Marx mulai
memikirkan recolusi proletariat. Pemikiran Marx sendiri tentang sosialisme
sebenarnya sudah termaktub dalam beberapa karya dan budaya Yunani kuno –
meskipun terbatas pada objek dari sosialisme itu sendiri. sosialisme untuk
semua digagas oleh Jambulos dan Euhemeros. Jambulos mendeskripsikan sebuah
‘negara matahari’ dimana segala-galanya – termasuk para isteri – dimiliki
bersama.
Kata
‘sosialisme’ sendiri mucul di Prancis sekitar tahun 1830, begitu juga
‘komunisme’. Kedua kata ini pada awalnya memiliki makna yang selaras, namun
‘komunisme’ segera dipakai oleh golongan sosialis radikal, yang menuntut
penghapusan total hak milik pribadi dan kesamaan konsumsi serta mengharapkan
keadaan komunis itu dari kebaikan pemerintah, melainkan semata-mata dari
perjuangan kaum terhisap sendiri (Frans. 2003:14). Sosialisme pada abad
pertengahan memiliki motif-motif yang erat dengan nilai-nilai religius
tertentu, yaitu Kristen. Terutama dalam pertimbanhan tentang penyambutan
Kerajaan Allah, orang harus bebas dari keterikatan.