Istilah
postmodernisme pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Jerman, Rudolf Pannwitz,
pada tahun 1917, untuk menggambarkan nihilisme budaya barat abad ke-20. Istilah
ini pertama kali muncul pada bidang seni dan kemudian juga arsitektur, ketika
perumahan Pruitt-Igoe di St. Louis dihancurkan dengan dinamit dan dimulailah
pengembangan karya-karya arsitektur yang berwajah baru. Keyakinan
fundamental/fondasional menjadi syarat utama untuk membenarkan pengetahuan yang
dibangun di atasnya. Keyakinan-keyakinan tidak bersifat sirkuler, namun harus
sampai pada satu titik aksiomatis, yang tidak membutuhkan pembenaran apapun.
Jelas rasiolah yang mampu mengerjakannya dengan teliti, rasio adalah pusat.
Kebenaran
(truth) adalah persesuaian antara sesuatu dengan fondasinya dan sekaligus
persesuaian antara akal dan kenyataan yang dicermati, antara subjek yang
mengamati dan objek yang teramati. Fondasionalisme/fundamentalisme menyimpan
sebuah kepastian bahwa dasar mutlak tersebut tidak terikat pada ruang dan waktu
hidup manusia. Ia harus a-historis agar tetap mampu menjadi fondasi ilmu dan
segi-segi hidup lainnya. Kebenaran adalah absolut dan mengabaikan dialog yang
jujur dengan wacana historis dan sosial.
